Hukrim

Hasil Penyelidikan Polres Siak, dr. Alex Cristo Loris Meninggal Akibat Tindakan Mandiri Sendiri

63
×

Hasil Penyelidikan Polres Siak, dr. Alex Cristo Loris Meninggal Akibat Tindakan Mandiri Sendiri

Sebarkan artikel ini

Lintaswartakrimsus.com.

SIAK – Satuan Reserse Kriminal Polres Siak secara resmi mengumumkan hasil lengkap penyelidikan kasus penemuan jenazah dr. Alex Cristo Loris, dokter peserta PPDS Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak. Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers yang digelar, menyusul penemuan jenazah korban di area semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.   5/8/2026.


Berdasarkan rangkaian penyelidikan ilmiah meliputi olah TKP, hasil autopsi, pemeriksaan Laboratorium Forensik, digital forensik, hingga psikologi forensik — penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah akibat perbuatannya sendiri. Tidak ditemukan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.

Dipimpin Kapolres, Konferensi Pers Hadirkan Para Ahli

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir Kabid Dokkes Polda Riau diwakili Ahli Madya Biddokkes AKBP Supriyanto, A.Mk, S.K.M., M.H., Kabid Labfor Polda Riau Dr. Ungkap Siahaan, S.Si., M.Si., Ahli Psikologi Forensik Fakultas Psikologi UIR Yanwar Arief, M.Psi., serta Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H. dan Kanit I Satreskrim IPDA Shahum Yovino Harzi, S.H., M.H.


Dalam keterangannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, penyidik segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, memeriksa saksi, serta melibatkan sejumlah ahli guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional.

Rangkaian Bukti yang Menguatkan Kesimpulan

Berdasarkan olah TKP, korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD. Di dekatnya ditemukan tas berisi perlengkapan medis, termasuk obat anestesi Propofol, Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta jarum suntik.

Rekaman CCTV dari dua sumber menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan, tanpa ada orang lain yang mendampingi.

Hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban — jalur masuk obat Rocuronium. Pemeriksaan toksikologi mengonfirmasi kandungan zat tersebut dalam urine, darah, dan ginjal korban. Ahli forensik menyimpulkan kematian akibat efek Rocuronium yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan, sehingga korban mengalami asfiksia (mati lemas). Memar di kepala dan luka-luka lain bukan penyebab kematian; luka-luka tersebut terjadi pasca kematian akibat aktivitas serangga.

Pemeriksaan Labfor Polda Riau memperkuat temuan tersebut: bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, yang juga mengandung Rocuronium.

Pemeriksaan perangkat seluler korban menemukan pesan yang belum terkirim kepada istrinya: “Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi.” Selain itu ditemukan riwayat keluhan utang pinjaman online, serta catatan pribadi terkait tekanan finansial dan beban hidup.

Hasil psikologi forensik menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat akumulasi persoalan: beban pendidikan PPDS, tekanan finansial, dan tanggung jawab keluarga. Sebagai tenaga medis, korban memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi yang mempermudah tindakan tersebut.

Selama penyelidikan, tim Satreskrim telah memeriksa 14 orang saksi, mulai dari petugas keamanan, rekan kerja, tenaga medis, keluarga, hingga ahli farmakologi.

Polisi: Tidak Ada Unsur Pidana Pembunuhan

Berdasarkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik, penyidik menyimpulkan tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Penyebab kematian almarhum dr. Alex Cristo Loris disimpulkan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri,” tegas Kapolres Siak.

Polres Siak menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu penyelidikan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta menghormati privasi dan masa berduka keluarga. (A.btb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *