Lintaswartakrimsus.com.
PEKANBARU — Polda Riau mengoptimalkan pemanfaatan teknologi canggih dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Jumat (11/9/2026). Cairan khusus X Fire dan drone pemadam dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman serta memastikan bara api di lahan gambut benar-benar mati hingga ke akar-akarnya. 13/9/2026.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa selaku Kepala Operasi Penanganan Karhutla Polda Riau menjelaskan, cairan X Fire difokuskan pada area yang masih mengeluarkan asap pasca-pemadaman. Teknologi ini mampu meresap ke lapisan tanah gambut dan menjangkau bara yang tersembunyi di bawah permukaan, sehingga proses pendinginan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan cara konvensional. Selain itu, drone khusus pemadam juga dioperasikan untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan semak belukar dengan akses terbatas yang sulit dicapai personel lewat jalur darat.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan menemukan sembilan titik api yang tersebar di wilayah tersebut. Hingga Jumat sore, lima titik berhasil dipadamkan sepenuhnya, sementara empat titik lainnya masih dalam penanganan dan proses pemadaman dilanjutkan pada Sabtu pagi. Kombes Ketut menegaskan bahwa operasi tidak berhenti ketika api secara visual sudah tidak terlihat, mengingat karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan dan kembali menyala sewaktu-waktu.
“Kita harus memastikan bukan hanya apinya padam, tetapi bara di bawah permukaan juga benar-benar mati. Karena itu pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan sampai lokasi dinyatakan aman,” tegasnya. Penggunaan teknologi ini dinilai memperkuat kemampuan operasi agar pemadaman berjalan lebih cepat, efektif, dan aman bagi seluruh personel di lapangan.
Penanganan Karhutla di Desa Suka Mulya melibatkan personel gabungan dari Polda Riau, Brimob, Polres Siak, TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar Kabupaten Siak, serta unsur perusahaan terkait. Sinergi antara kekuatan personel di lapangan dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama untuk menekan luas kebakaran serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan di wilayah tersebut. ( maren).












