BeritaDaerahSiak

UNJUK RASA ELEMEN BURUH, MASYARAKAT DAN ORGANISASI PEMUDA, DI GERBANG PELABUHAN PELINDO REGIONAL PETI KEMAS.

8
×

UNJUK RASA ELEMEN BURUH, MASYARAKAT DAN ORGANISASI PEMUDA, DI GERBANG PELABUHAN PELINDO REGIONAL PETI KEMAS.

Sebarkan artikel ini

Lintaswartakrimsus.com               PERAWANG – Gelombang protes masyarakat yang memadati gerbang Pelabuhan Pelindo Regional 1 Terminal Peti Kemas Perawang berakhir dengan sebuah kesepakatan krusial. Pihak manajemen Pelindo secara resmi berjanji untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI) mulai Selasa (07/04/2026).

​Aksi yang mempertemukan elemen buruh, mahasiswa, hingga organisasi pemuda ini sempat membuat denyut nadi transportasi di kawasan pelabuhan terhenti.
​Massa aksi yang mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait keberadaan stockpile (penumpukan) cangkang milik PT KIMI.

PT KIMI diduga belum mengantongi izin lengkap untuk beroperasi di area Pelindo Perawang. Letak operasional yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Siak dikhawatirkan memicu pencemaran lingkungan yang berdampak luas bagi ekosistem sungai Siak.

​Kami minta aktivitas PT KIMI di stop, dihentikan. Jangan sampai beroperasi lagi sebelum mereka bisa menunjukkan dokumen izin operasionalnya kepada kami,” tegas Unggal Gultom, pimpinan aksi sekaligus Ketua DPC SPTI-F.SPTI Kabupaten Siak.

Massa pun menyampaikan bahwa akan melaporkan semua persoalan yang ada di Kawasan Pelindo Regional 1 Terminal Peti Kemas Perawang DPRD Siak.

​Respons Cepat Manajemen Pelindo
​Menanggapi tekanan massa dan hasil mediasi yang berlangsung di tengah pengawalan ketat kepolisian, General Manager (GM) Pelindo Regional 1 Perawang, Yulfiatmi, mengambil langkah tegas demi menjaga kondusivitas wilayah kerja pelabuhan.

​Dalam keterangannya usai mediasi, Yulfiatmi memastikan bahwa pihaknya akan mengikuti tuntutan massa untuk menangguhkan aktivitas vendor tersebut.

“Ya, akan kita hentikan aktivitas PT KIMI,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti bagaimana sebenarnya izin operasional PT KIMI di kawasan Pelindo Perawang, sebab, tidak ada keterangan resmi dari pihak PT KIMI sendiri.

“PT KIMI ada kontrak dengan kita (Pelindo). Kalau aktivitas perusahaan mitra disini, kita sesuai regulasi dan keputusan redaksi. Kalau kita Pelindo ada izin AMDAL dan Lalin nya” tambahnya.

​Suasana di lapangan sempat memanas saat massa melakukan aksi bakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan ataupun protes. Meski demikian, rangkaian aksi tetap berjalan teratur dengan penyampaian orasi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk komitmen perjuangan masyarakat sipil.

Aksi dikawal dengan pengamanan berlapis dari pihak Kepolisian dan internal security Pelindo. ​Setelah mendapat kepastian dari pihak Pelindo, massa aksi mulai meninggalkan lokasi dengan tertib sekitar pukul 15.00 WIB. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *