BeritaNasional

Monitoring dan Evaluasi di Bapas Kutacane: Perkuat Kinerja dan Optimalkan Griya Abhipraya “Mejile”

3
×

Monitoring dan Evaluasi di Bapas Kutacane: Perkuat Kinerja dan Optimalkan Griya Abhipraya “Mejile”

Sebarkan artikel ini

Lintaswartakrimsus.com.
ACEH TENGGARA – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Balai Pemasyarakatan Kutacane, Rabu (04/03).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Sangapta Surbakti, yang bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi berjalan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. 7/3/2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan tugas administrasi, pengelolaan laporan, serta pengecekan fasilitas pembinaan, termasuk Griya Abhipraya “Mejile”. Monitoring ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas layanan pemasyarakatan berjalan baik sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, ditemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan ke depan. Salah satunya terkait keterlambatan penyampaian laporan kepada kantor wilayah. Hal ini disebabkan oleh masih adanya pegawai yang belum sepenuhnya memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta terjadinya tumpang tindih dalam pengelolaan laporan antar pegawai sehingga berdampak pada akurasi data yang disampaikan.

Selain itu, tim juga mencatat masih adanya tantangan dalam penguatan kapasitas pengetahuan pegawai. Beberapa pegawai diketahui belum sepenuhnya menguasai bidang kerja teknis seperti pengelolaan BMN, perencanaan, serta pengelolaan anggaran. Kondisi ini menjadi catatan penting agar peningkatan kompetensi dapat segera dilakukan melalui pembinaan dan penguatan kapasitas.

Dalam aspek kedisiplinan dan etos kerja, monitoring juga menemukan masih adanya pegawai yang belum menunjukkan disiplin optimal dalam kehadiran maupun pelaksanaan tugas. Hal ini diharapkan menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan profesionalitas kerja di lingkungan Bapas Kutacane.
Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Sangapta Surbakti, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini bukan hanya untuk menilai kinerja, tetapi juga sebagai langkah pembinaan agar pelayanan pemasyarakatan semakin baik.

Monitoring ini merupakan upaya kita bersama untuk memastikan setiap tugas dijalankan sesuai fungsi masing-masing. Dengan pemahaman tugas yang jelas dan kerja sama yang baik, kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, tim juga melakukan pengecekan terhadap Griya Abhipraya “Mejile”. Secara umum, fasilitas tersebut berada dalam kondisi baik, tertata rapi, dan siap dioperasionalkan secara optimal sebagai pusat kegiatan pembinaan dan pemberdayaan klien pemasyarakatan.

Menurut Sangapta Surbakti, keberadaan Griya Abhipraya memiliki peran strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial. “Griya Abhipraya diharapkan menjadi ruang pembinaan yang produktif bagi klien pemasyarakatan, sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan, meningkatkan kemandirian, dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh berharap berbagai catatan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti oleh jajaran Balai Pemasyarakatan Kutacane.

peningkatan kompetensi, kedisiplinan, dan koordinasi kerja yang lebih baik, diharapkan layanan pemasyarakatan kepada masyarakat dapat terus berkembang secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan yang humanis. (Nahot. B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *